Kamis, 24 Maret 2011

Sejarah Pembentukan Paskibraka

BENDERA PUSAKA
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, jam 10.00 pagi, di Jln. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia, untuk pertama kali secara resmi, bendera kebangsaan merah putih dikibarkan oleh dua orang muda-mudi yang dipimpin oleh Bapak Latief Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera inilah yang kemudian disebut "Bendera Pusaka". Bendera Pusaka berkibar siang dan malam di tengah hujan tembakan, sampai Ibukota Republik Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 4 Januari 1946,


aksi teror yang dilakukan Belanda semakin meningkat maka Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta dengan menggunakan kereta api. Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasukkan dalam kopor pribadi Presiden Soekarno. Selanjutnya, Ibukota Republik Indonesia dipindakan ke Yogyakarta.


Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan, agresinya yang ke dua. Pada saat Istana Presiden, Gedung Agung Yogyakarta dikepung oleh Belanda, Bapak Husein Mutahar dipanggil oieh Presiden Soekarno dan ditugaskan untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka ini merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegakkan berkibarnya Sang Merah Putih di persada bumi Indonesia. Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka itu. Agar dapat diselamatkan, Bapak Husein Mutahar terpaksa harus memisahkan antara bagian merah dan putihnya.


Pada saat penyelamatan Bendera Pusaka, terjadi percakapan antara Presiden Soekarno dan Bapak Husein Mutahar. Percakapan tersebut dapat dilihat dalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat" karangan Cindy Adams. Berikut petikannya: `Tindakanku yang terakhir adalah memanggil Mutahar ke kamarku (Presiden Soekarno, pen.). "Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu", kataku ringkas. "Dengan ini, aku memberikan tugas kepadamu pribadi.


Dengan ini, memberikan tugas kepadamu untuk menjaga Bendera kita dengan nyawamu, ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan tidak kepada siapa pun kecuali kepada orang yang menggantikanku sekiranya umurku pendek. Andaikata engkau gugur dalam menyelamatkan Bendera Pusaka ini, percayakanlah tugasmu kepada orang lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku sendiri sebagaimana engkau mengerjakannya." Mutahar terdiam. Ia memejamkan matanya dan berdoa. Di sekeliling kami, born berjatuhan. Tentara Belanda terus mengalir melalui setiap jalanan kota. Tanggung jawabnya sungguh be rat. Akhirnya, is memecahkan kesulitan ini dengan mencabut benang jahitan yang memisahkan kedua belahan bendera itu.


Akhirnya dengan bantuan Ibu Perna Dinata, benang jahitan di antara Bendera Pusaka yang telah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati berhasil dipisahkan. Setelah bendera menjadi dua, masing-masing bagiannya itu, merah dan putih, dimasukkan pada dasar dua tas milik Bapak Husein Mutahar, Selanjutnya pada kedua tas tersebut, dimasukkan seluruh pakaian dan kelengkapan miliknya. Bendera Pusaka dipisah menjadi dua karena Bapak Mutahar berpikir bahwa apabila Bendera Pusaka merah putih dipisahkan, tidak dapat disebut Bendera, karena hanya berupa dua carikkain merah dan putih. Hal ini untuk menghindari penyitaan dari pihak Belanda.


Setelah Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta ditangkap dan diasingkan, kemudian Bapak Husein Mutahar dan beberapa staf kepresidenan ditangkap dan diangkut dengan pesawat dakota. Ternyata, mereka dibawa ke Semarang dan ditahan di sana. Pada saat menjadi tahanan kota, Bapak Husein Mutahar berhasil melarikan diri dengan naik kapal laut menuju Jakarta.


Di Jakarta, beliau menginap di rumah Sutan Syahrir Selanjutnya, beliau kost di Jln. Pegangsaan Timur No. 43, di rumah Bapak R. Said Sukanto Tjokrodiatmodjo (Kapolri I). Selamadi Jakarta, Bapak Husein Mutahar selalu mencari informasi bagaimana caranya agar dapat segera menyerahkan Bendera Pusaka kepada Presiden Soekarno.


Sekitar pertengahan bulan Juni 1948, pada pagi hari, Bapak Husein Mutahar menerima pemberitahuan dari Bapak Soedjono yang tinggal di Oranye Boulevard (sekarang J1n. Diponegoro) Jakarta. Isi pemberitahuan itu adalah bahwa ada surat pribadi dari Presiden Soekarno yang ditujukan kepada Bapak Husein Mutahar. Pada sore harinya, surat itu diambil oleh beliau dan ternyata memang benar berasal dari Presiden Soekarno pribadi yang pokok isinya adalah perintah Presiden Soekarno kepada Bapak Husein Mutahar supaya menyerahkan Bendera Pusaka yang dibawanya kepada Bapak Soedjono agar Bendera Pusaka tersebut dapat dibawa dan diserahkan kepada Presiden Soekarno di Bangka (Muntok).


Presiden Soekarno tidak memerintahkan Bapak Husen. Mutahar datang ke Bangka untuk menyerahkan sendiri Bendera Pusaka itu langsung kepada Presiden Soekarno tetapi menggunakan Bapak Soedjono sebagai perantara. Tujuannya adalah untuk menjaga kerahasiaan perjalanan Bendera Pusaka dari Jakarta ke Bangka. Alasannya, orang-orang Republik Indonesia dari Jakarta yang diperbolehkan mengunjungi tempat pengasingan Presiden Soekarno pada waktu itu hanyalah warga-warga Delegasi Republik Indonesia, antara lain, Bapak Soedjono, sedangkan Bapak Husein Mutahar bukan sebagai warga Delegasi Republik Indonesia.


Setelah mengetahui tanggal keberangkatan Bapak Soedjono, dengan meminjam mesin jahit milik seorang Isteri Dokter, Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua dijahit kembali oleh Bapak Husein Mutahar persis di lubang bekas jahitan aslinya. Akan tetapi, sekitar 2 cm dari ujung bendera ada sedikit kesalahan jahit. Selanjutnva, Bendera Pusaka ini dibungkus dengan kertas koran dan diserahkan kepada Bapak Soedjono untuk diserahkan kepada Presiden Soekarno. Hal ini sesuai dengan perjanjian Presiden Soekarno dengan Bapak Mutahar seperti dijelaskan di atas. Dengan diserahkannya Bendera Pusaka kepada orang yang diperintahkan Bung Karno, selesailah tugas penyelamatan Bendera Pusaka oleh Bapak Husein Mutahar. Setelah berhasil menyelamatkan Bendera Pusaka, beliau tidak lagi menangani masalah pengibaran Bendera Pusaka. Sebagai penghargaan atas jasa menyelamatkan Bendera Pusaka yang dilakukan oleh Bapak Husein Mutahar, Pemerintah Republik Indonesia telah menganugerah-kan Bintang Mahaputera pada tahun 1961 yang disematkan sendiri oleh Presiden Soekarno.






PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH DI GEDUNG AGUNG YOGYAKARTA


Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Soekarno memanggil salah seorang ajudan beliau, yaitu Mayor (L) Husein Mutahar. Selanjutnya, Presiden Soekarno memberi tugas kepada Mayor (L) Husein Mutahar untuk mempersiapkan dan memimpin upacara peringatan Proldamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1946, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.


Bapak Husein Mutahar berpikir bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia. Kemudian, beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri atas 3 orang putri dan 2 orang putra perwakilan daerah yang berada di Yogyakarta untuk melaksanakan tugas. Lima orang tersebut merupakan simbol dari Pancasila. Salah seorang dari pengibar bendera tersebut adalah Titik Dewi pelajar SMA yang berasal dari Sumatera Barat dan tinggal di Yogyakarta.


Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1947 dan tangga 17 Agustus 1948 dengan petugas pengibar bendera tetap orang dari perwakilan daerah lain yang ada di Yogyakarta.


Pada tanggal 6 Juli 1949, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta beberapa pemimpin Republik Indonesia lainnya, tiba kembali di Yogyakarta dari Bangka dengan membawa serta Bendera Pusaka. Pada tanggal 17 Agustus 1949, Bendera Pusaka kembali dikibarkan pada upacara peringatan detik-detik Proldamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di depan Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Tanggal 27 Desember 1949, dilakukan penandatanganan. naskah pengakuan kedaulatan di negeri Belanda dan penyerahan kekuasaan di Jakarta. Sementara itu Di Yogyakarta, dilakukan penyerahan kedaulatan dari Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat. Tanggal 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk memangku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat.


Setelah empat tahun ditinggalkan, Jakarta kembali menjadi Ibukota Republik Indonesia. Pada hari itu, Bendera Pusaka Sang Merah Putih dibawa ke Jakarta. Untuk pertama kali, peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950, diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusaka Sang Merah Putih berkibar dengan megahnya di tiang 17 m dan disambut dengan penuh kegembiraan oleh seluruh bangsa Indonesia. Regu-regupengibar dari tahun 1950-1966 dibentuk dan diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan.






BERDIRINYA DIREKTORAT JENDERAL URUSAN PEMUDA DAN PRAMUKA (DITJEN UDAKA) DAN LATIHAN PANDU INDONESIA BERPANCASILA


Pada saat memperingati ulang tahun ke-49, tanggal 5 Agustus 1966, Bapak Husein Mutahar menerima "kado" dari pemerintah: beliau diangkat menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah berpindah-pindah tempat/kantor kerja dari Stadion Utama Senayan (Gelora Bung Karno) ke bekas Gedung Dep. PTIP di Jalan Pegangsaan Barat. Ditjen UDAKA akhirnya menempati gedung bekas NAKERTRANS Jalan Merdeka Timur No.14. Suatu kegiatan yang diadakan Ditjen UDAKA ada kaitannya dengan Paskibraka kelak adalah Latihan Pandu Indonesia ber-Pancasila. Latihan ini sempat diujicobakan 2 kali pada tahun 1966 dan tahun 1967, kemudian dimasukkan kurikulum ujicoba Pasukan Pengerek Bendera Pusaka tahun 1967 yang anggotanya terdiri atas para Pramuka Penegak dan Gugus depan-Gugus depan di DKI Jakarta.






PERCOBAAN PEMBENTUKAN PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA TAHUN 1967 DAN PASUKAN PERTAMA TAHUN 1968


Tahun 1967, Bapak Husein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menangani lagi masalah pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dan pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :


1. Kelompok 17- PENGIRING/PEMANDU


2. Kelompok 8 - PEMBAWA/INT1


3. Kelompok 45- PENGAWAL


Ini merupakan simbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia: 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu, dengan situasi dan kondisi yang ada, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/ Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka. Semula, rencana beliau untukkelompokpengawal 45 akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (generasi muda ABRI •sekarang TNI), tetapi libur perkuliahan dan transportasi Magelang - Jakarta menjadi kendala, sehingga sulit dilaksanakan. Usul lain untuk menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MARINIR. dan BRIMOB) juga tidak mudah. Akhirnya, kelompok pengawal 45 diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi dan sekaligus mereka bertugas di istana, Jakarta.


Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Akan tetapi, propinsi - propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusan, sehingga masih harus ditambah oleh mantan anggota pasukan tahun 1967. Tahun 1969 karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua sehingga tidak mungkin lagi untuk dikibarkan, dibuatlah duplikat Bendera Pusaka. Untuk dikibarkan di tiang 17 m Istana Merdeka, telah tersedia bendera merah putih dan bahan bendera (wol) yang dijahit 3 potong memanjang kain merah dan 3 potong memanjang kain putih kekuning-kuningan.


Bendera Merah Putih Duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah terbuat dari sutra alam dan alat tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa dihubungkan dengan jahitan dan warna merahnya cat celup asli Indonesia. Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka ini dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung dibantu PT Ratna di Ciawi Bogor. Dalam praktik pembuatan Duplikat Bendera Pusaka, sukar untuk memenuhi syarat yang ditentukan Bapak Husein Mutahar karena cat asli Indonesia tidak memiliki warna merah bendera yang standar dan pembuatan dengan alat tenun bukan mesin memerlukan waktu yang lama.


Tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta, berlangsung upacara penyerahan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presidcn Soeharto kepada Gubernur seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar di seluruh Ibukota Propinsi dapat dikibarkan Duplikat Bendera Pusaka dan diadakan pembacaan naskah Proklamasi bersamaan dengan upacara peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus di Istana Merdeka Jakarta. Selanjutnya, Duplikat Bendera Pusaka dan Reproduksi Naskah Proklamasi juga diserahkan kepada Kabupaten-Kota dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.


Bendera duplikat (yang dibuat dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik indonesia, tanggal 17 Agustus 1969, sedangkan Bendera Pusaka terlipat dalam kotak bertugas mengantar dan menjemput Bendera Duplikat yang dikibarkan/diturunkan.


Pada tahun 1967 s.d. tahun 1972, anggota Pasukan Pengibar Bendera adalah para remaja SMA setanah air Indonesia, yang merupakan utusan dari 26 propinsi di Indonesia. Setiap propinsi, diwakili oleh sepasang remaja yang, dinamakan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Pada tahun 1973, Bapak Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk anggota pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. Pas berasal dari Pasukan, dan kib; berasal dari pengibar, ra berasal dari bendera dan ka dari pusaka. Mulai saat itu, singkatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka adalah Paskibraka.

Sabtu, 19 Maret 2011

Juli sllu cynx

aku kangen kamu hari ini..
Dwiie Rahmawatti dimana kamu?? lagi apa kamu?? baik2 aja kamu?? sama siapa kamu?? udah makan blum kamu???
ya allah aku mau tau itu semuaaa..
tapi kenapa aku ga tau semua itu???

aku butuh tau itu ya allah..
aku kangen suaranya..
aku kangen senyumnya
aku kangen cemberutnya...

ya allah kenapa sekarang aku baru ngerasain pentingnya dia buat aku ya allah.. ya allah,,
aku kangen kamu yang ngelarang aku kalo pergi sama temen2 selain temen yang dia kenal..
aku kangen kamu yang ketika aku pulang malem selalu marahin aku..

aku kangen kamu yang selalu bisa aku manjain kalo ketemu..
aku kangen kamu yang kalo minta tolong manis2 mukanya..
aku kangen kamu yang selalu bilang semangatt"beibiii kamu pasti bisa, kamu kan pacar Dwiie.."
aku kangen kamu yang ketika aku nanya kamu ga suka, kamu cuma melotot..
aku kangen kamu yang selalu  ngelarang aku..
aku kangen kamu yang bilang aku kangen..
aku kangen kamu yang selalu nanya apapun itu ke aku..
aku kangen kamu yang selalu ngomong pake emosi, walaupun kamu mau perhatian..
aku kangen kamu yang ketika cape, stress kamu dateng ke aku..
aku kangen bisa bikinin kamu sarapan, nyiapin teh manis, mijitin kepala kamu..
aku kangen nyayangin Rambut kamu sampe kamu tidur..
aku kangen ketawa2 sama kamu.
aku kangen cerita2 sama kamu..
aku kangen kamu ngelus2 kepala aku,
aku kangen semua apa yang udah kita lakuin bareng2 yang ga mungkin aku tulis semua disini..
aku kangen kamu bei,,
dan aku kangen sama ucapan terakhir setiap kita ketemu atau tlp2an..
"I LOVE U BEIBII, MUAH"

aku kangen dengan semua itu..
tapi aku tau tentang semua kenyataan, semua itu ga akan terulang lagi..
karena semua kesalahan yang aku buat..
cuma kata maaf yang aku bisa bilang..
dan cuma doa aku yang bisa aku kasih ke kamu sekarang..

Karakter angkatan 16 !!!

sya akan menceritakan satu_satu karakter tmn angkatan sya yaitu angkatan 16 ,,, 

1. juliyanto
   dy orrng'a gx gaul, lemott, nyebellin ,, dan dy pendiam ,,

2. Dwie Rahmawati
   baik, orng'a GR'an ,, kllo gx d' truttin pasti ngambekk ,, hhmm ,, kyya ank kcil tppi dewasa ,, locck kocch bssa ,,

3. Farah diba
   dy ittu orrng'a luchu ,, nyebellin ,, tappi ngangeninn ,, hhmm dy mnrut wHe TEGAS ,, i like u

4. Lenny Indriani
   hhmm ,, dy ittu dewasa and gx muddah d' ajk bercanda ,, sekalli bercanda bissa ngoccok perrut ,, dy mnrut wHe Tomboy ,, hehe pisss

5. Readdy ajj lh 
   jiahahaha,, mnrut wHe kllo gx add dy gx RAMEEE !!! 


6. Alvin Trisandy
   ktta orrng" sicch dy cool ,, tappi mnrut wHe dy ittu sock krren ,, bergya ,, sya ksel tucch smma ni ank ,,

7. iCha (ketua)
   mnrutt wHe dy ittu Egois ,, tegas and lucchu ,,, ^_^

8. icha (anisah)
   Galak ,, cuekk and juttek ,, tppi dy primadonna angkattan 16 ,, wahhh !!!

9. Wiwi
   pendiem, baik, tppi wHe rassa dy diem" menghanyutkan ,, hhmm lumayyan cakkep sicchh ,, hahai ,,

10. Nanda
    ktta ank" sicch dy pendiam and agak kuper ,, tpi mnrut wHe dy ittu dewasa ,, walaupun dy kyya ank" ,, hehehehe ??

Kamis, 17 Maret 2011

y9 knnl smma wHe ,, bCa nicch blog wHe ,,

sialln ,, cwwe wHe d' perlakkukan kyya gttu ,, nii jgga k'(.....) mrrh" gx jllz ,, knppa msllh d' rmmh d' bwwa" k' Paskib ,, wHe yg bollos dy yg rempong ,, wHe bkkin blog skka" wHe lh ,, terserah orrng mau bllng app ,, ank" sllh phhm ,, mkka'a ,, bcca dllu brru komentarr ,, udd kyya iyya ajj nicch sii ReaOody Beeshey nyebbr" fitnnah dngan Blog wHe ,, hhmm wHe gx takut smma llw aLL ,, hidup" wHe ,, jddi jngan mssuk ke kehidupan wHe kllo unttuk nyakittin wHe ,, 1 lggi ,, wHe gx pernah ngattain k'Shantti ,, >,<

Sabtu, 12 Maret 2011

TenTang wHe !

5 "m"
yAnG PeNtInG daLam mEnJaLaNi hUbUnGaN

_MemAHaMi

_MeMPeRcAyAi


_mEnyAYaNgI

_MeNjAgA

_MeNghArGaI

Bio sederhana...
yoy..kembali kepada anda yang menilai...
oc cuy...

AQ tu oranggnyah~
100% bentug manusia
Artinyaah punyak:
1 badand utuh
2 tangand bwadt lagkuiind thingthing
2 kakki bwadt jaland
2 telingaa bisa dgerr [kadangg bolott]
2 matta bisa leadt
1 hidungg bolongandnyaa dowa bsa nappas
1 mulut bisa ngmg
1 jantung iang berdetagg
Organ pencernaan iang brfungsi [taok baeg pa gga]
d.l.l

...SLOWLY BUT SURE...

Motto aqu dlam to run my life, szuai dgn prinsip aqu dwnk.
Aqu anak'y standar" ajwah. Nga jelek, jg nga gwantenk. Yaaa standar lah. Masi dlam kategori biasa" ajwah. hehehee..
aqu c0w0 yang sederhana and ngga neko-neko..
But, my best friend said that
:: aqu anak'y azik d'ajak ngobrol,
:: aqu tuh kritis,bnyak protes
:: cerewet,mpe monyonk ni bir2
:: Kt'y aqu manisz melebihi gula ckck
:: dewasa.
:: aqu juga d'bilang baik hati
:: AND tidak sombong lohh..!!! ,plusss
:: aqu juga anak'y rame.
:: selalu smile and always ceriaa dunkk.
:: Indeed, aqu nga bkalan bkin temen" aqu manyun juga cemberut d'samping aqu.
:: aqu anak'y peace love. Hahahaaaa..


gue suka agnes monica :)
wew
gue suka ngdance
gue ngambil street/break dancing :)
sebenarnya gue suka stompin ato reggea
yaa.... mungkin itu salah satu ke ahlian gue
gue suka nulis
beberapa cerpen gue sempet di jiplak orng,, gue biasa za sih
so meskipun gue rada perih atiiii...
gue suka bikin novel yang asli berdasarkan kehidupan dan kisah nyata...
tapi gue juga sering bikin bentuk fiksi
meskipun gue jarang banget buat publikasiin
hal pertama yang gue rasa, gue gak pede
gue orang nya biasa za...
hidup dengan biasa, berjalan dengan biasa dan makan dengan apa adanya.......yaay
hidup gue ,, gue yang jalani dan Tuhan lah yang ngatur...segala sesuatu slalu seimbang kok
gue slalu yakin..karena keyakinan adalah kenyataan yang akan terjadi
dream make it happen..
gue percaya mimpi, gue percaya apa yang gue cita-cita'in N gue harapin pasti bakaln terjadi suatu saat nanti dengan usaha dan do'a
semua yang gue jalani harus mengalir seperti air , meskipun kadang gue selalu sulit ngilangin suatu msalah...
gue kadang bodoh :)
yah itu emng sifat gue yang biasa.........
tolol,idiot kadang gue lebay gak jelas..........
gue selalu menggunakan persaan dalam bertindak... meskipun ini salah satu dari hal terlebay yang gue rasain..tapi gue ngerasa enjoy kok :)
so gue akan selalu berfikir kapan gue bisa menjadi orang yang benar-benar orang dan tauk karakteristik tentang gue yang menjadi orang
gue hanya ingin ada orng yang peduli dibalik apa yang gue lakuin... sebagai motivator memang dalam menjalani hidup dan apa yang akan menjadi baik yang gue lakuin.......
serentetan apa yang gue alami adalah sebagai pengalaman agar gue bisa bertindak menjadi seorang gue yang memang diri gue yang lebih baik...
percayalah apa yang lo harap akan jadi kenyataan..karena apa yang gue rasain itu benar-benar ada dan menjadi kenyatan........
tak ada satu pun manusia yang hidup dalam penderitaan
karena kebahagiaan itu muncul dalam keputusan-keputusan yang qta ambil...
kapan qta bahagia? hari ini? besok ato seterusnya ........

gw juga orang'a 'Simple'
wlau kdang mang suka neko2
tapi, scara kseluruhan gw tuh 'Simple'...
gw juga orang nya biasa aja
jauh dari kesan 'Keren'. hiks..hiks..
tpi juga gak 'Jelek2' amat. hohohooo..
pkonya 'Standart' lah.
so. gw gak akan mndeskripsikan tntang diri gw.
tepatnya tntang 'Fisik' gw.
gw lbih sneng klo orang suka ama gw krna apa adanya gw.
dgn sgala 'Klebihan' dan 'Kkurangan' gw. saa'elaaahh..
toh gw jga adalah orang yg bisa mnerima stiap 'Klebihan' dan 'Kkurangan' orang laen
'No Body's Perfect' kan. cieee...
gw juga tmasuk orang yg 'Strong Enough'...
gw mdah 'Jatuh Hati' tpi juga mudah tuk 'Mlupakan'
soalna mang dari kcil dah di tuntut buat jdi orang yg 'Kuat, Mndiri, Bprinsip, dan Btanggung Jwab'. hihihiiii...
dan yg lbih prah nya lgi, gw gak pcaya ama yg namanya 'Cinta'...
fuuffhhh...
mnurut gw 'Cinta' mang gak ada artinya.
'Cinta' itu 'Abstrak', 'Cinta' itu 'Semu'..
'Cinta' itu kya 'Udara'.
gak bsa di pegang dan dlihat
'Cinta' hnya bisa 'Dirasakan'..
dan yg lbih mmuakkan lgi, 'Cinta' hanya bsa dirasakan oleh orang2 'Kaya' dan orang2 'Cakep'...
di khidupan orang2 'Miskin' dan 'Jelek' gak ada yg namanya 'Cinta'... hiks..hiks..
sngadd mnyedihkan bukan ??!
sbagai contoh :
- orang 'Kaya' ( misalnya )
'Dia' bisa beli 'Cinta' itu sndiri.
dgn 'Uang' dia bisa mmbahagiakan orang yg dia cintai, krna bisa ngasih apa aja sama orang yg mang dia cintai.
'Najiizz' khan ??!
beda lgi ama orang 'Cakep'...

- orang 'Cakep'
akan ada bnyak orang yg suka ama dia lntaran 'Fisik' nya yg mang 'Keren'...
dia gak usah brsusah payah buat mncari 'Cinta'.
krna mang 'Cinta' itu sndirilah yg akan mndatanginya.
Hhhwweekkzzz !!!!

'ITS NOT FAIR'

nyebeliiin khan ??!
uupzz!!!
satu lagi...
'Cinta' itu sndiri terdiri dari :
30% 'Kbahagiaan', dan
70% 'Kpahitan' belaka...
jdi, adalah 'Fakta' klo mang 'Cinta' itu 'Jahaat'...
gw jga bngung knapa malah bnyak orang yg mncari dan mmbutuhkan 'Cinta'...
Fuffhhh...
'Rumit' sangaaddd yawh.